Halaman

Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Cara Budidaya Bunga Matahari Dengan Baik

Cara Budidaya Bunga Matahari Dengan Baik, Bunga Matahari bisa tumbuh dengan baik di dataran Rendah sampai Tinggi dengan kondisi sinar matahari yang penuh serta tidak terlalu berangin.  Sosoknya biasanya besar gagah, dengan bunga selalu mengarah ke arah Matahari.

Ingin menikmati bunga matahari, anda bisa mulai menanamnya yang dalam masa sekitar 2 - 3 (Tergantung jenis bunga Matahari yang anda tanam, kondisi kesuburan tanah, curah hujan dan iklim) bulan akan segera memunculkan bunga-bunga indah untuk anda.  

1. Pengenalan Benih.
Ini proses awal yang sangat penting.  Benih bunga Matahari bisanya besar dan sangat gampang dikenali.  Karena benih ini sering dikonsumsi sebagai kwaci.  di Gambar di bawah ini, anda bisa melihat sendiri bentuk dan ukuran aneka jenis benih Bunga Matahari.  

Yang Mammoth Grey tingginya bisa mencapai 2 m lebih.  Kelihatan dari benihnya yang berwarna putih dengan garis garis coklat kehitaman, dan ukurannya besar.  

Kemudian, jenis Velvet Queen.  Ini bunga Matahari berwarna Merah Darah yang tingginya kelak sekitar 1 meter lebih sudah siap bunga.  Bentuk benihnya lebih ramping dan lebih pendek dibanding benih Mammoth Grey.  

Evening Sun, karena berupa campuran/mix dari berbagai macam warna, maka warna benihnya juga beragam.  Dari putih, krem sampai coklat tua dan hitam ada.  Begitu juga kelak warna bunga yang muncul, akan sesuai dengan jenisnya.  Dari kuning yang paling cerah, sampai merah semburat Orange.

Kemudian, anda bisa perhatikan, untuk memudahkan penanaman benih bunga Matahari di media semai.  Saya menandai bagian yang lebih bulat dan tidak lancip sebagai Ujung Atas dan bagian yang lancip, menjadi ujung Bawah.



2. Media Tanam
Umumnya bunga Matahari bisa tumbuh di kondisi tanah yang bagaimanapun, selama ada sinar matahari penuh dan air. Tapi untuk penyemaian, pilih saja tanah yang gembur dan subur.  Yang sanggup mengikat air dengan baik.

Bisa juga langsung anda tanam di media permanennya, di taman atau di mana saja anda suka.

Penanaman benih dilakukan dengan menekan benih dengan arah Ujung Bawah ke media tanah yang sudah dibasahi.  Tekan sampai kelihatan ujung atasnya sedikit, seperti gambar di bawah.


3. Tunas
Letakkan pot penyemaian di tempat yang hangat (min 25 derajat celcius) dan usahakan tidak terlalu terang.  Siram 2 kali sehari.  Bila anda menanamnya di media penyemaian, gunakan sprayer air. Setelah berumur 3 - 4 hari, benih yang tadinya anda tekan, akan terlihat terangkat sedikit, karena ternyata di dalam media, benih bunga Matahari sana sudah membentuk akar.


4. Tunas Muda
Sekitar 1 minggu kemudian, tanaman setinggih 5 cm mulai terlihat.  Saya memindahkan tanaman pada kondisi begini.  Tujuannya adalah agar tanaman tidak bengkok.  Penyemaian di dalam rumah, bisa mengakibatkan benih tumbuh bengkok, karena sudah naluri setiap tanaman untuk mencari sinar matahari.  Dan di masa-masa muda ini, biasanya benih akan lebih getol untuk menjadi tinggi daripada pembentukan hal-hal lain seperti kekuatan batang. 

Akibatnya bila kelamaan di pindah, tanaman bisa tinggi kurus, dan sangat rentan rusak saat di tanam/dipindahkan ke alam terbuka.  Saat Tanaman dipindah, jangan sampai ada akar yang patah.  Cungkil seluruh bagian tanaman.  Jangan ada akar yang terlewat.  Akar bunga Matahari bisa sangat panjang.



Tanam Bunga Matahari secara permanen hanya di tempat yang terkena cahaya Matahari langsung. Paling tidak, kena sinar Matahari selama tak kurang dari 6 jam sehari.

Perawatannya hampir tak ada selain disiram 2 kali sehari bila hari terasa sangat panas. 1 kali siram saja bila hari mendung-mendung. Kalau hujan, jangan disiram lagi, tapi tegakkan batang-batang pohon muda yang mulai bengkok.

5. Bayi
Setelah di pindah ke alam terbuka, biasanya saya menutupnya dulu dengan potongan botol plastik bekas air mineral:


Perlakuan seperti gambar di atas saya lakukan untuk melindungi bayi tanaman yang masih rentan rusak kena hujan, rusak dimakan serangga dan bahaya kekeringan kalau lupa disiram.

Dengan penutup transfaran dari botol bekas air mineral tersebut, anda juga sekaligus menjaga tingkat kelembaban tanaman.  Kalau siang menjadi tidak terlalu panas. Dan kalau malam tidak menjadi terlalu dingin.

Setelah beberapa minggu, benih bunga Matahari anda sudah akan membentuk beberapa daun seperti gambar berikut:


6. Bunga Remaja
Umur 1 - 2 bulan.  tanaman remaja mulai jadi.  Kalau mau, pada saat saat inilah anda boleh memberikan pupuk yang maksimal.  Pupuk kandang ataupun NKP.


7. Belajar Bunga
Menjelang usia 3 bulan, akan muncul tunas tunas bunga di ujung pucuk tanaman, serta di ketiak-ketiak batang daun.  Kalau tidak sayang, silahkan potong tunas-tunas bunga yang diperkirakan tidak akan efektif.


Kebanyakan kuntum bunga, bisa membuat bunga yang akan dihasilkan nanti bentuknya kecil karena rebutan nutrisi dengan saudara-saudara kumtum bunga yang lain.


Oh, yah.... Pada masa ini sambil melihat ke warna dahan tanaman, anda bisa menebak warna apa nanti yang akan muncul sebagai bunga.  Warna bunga yang orange dan merah, batang daunnya cenderung lebih gelap dibanding dengan yang jenis Lemon Queen (kuning lemon muda).

8. Lulus Belajar
Kalau sudah pada kondisi begini, masanya anda untuk melatih kesabaran.  Karena sedikit lagi kuntum bunga Matahari anda akan memperlihatkan warna apa dia sebenarnya.... Kuning? Kuning Tua? Orange atau Merah?


9. Berbunga....
Tadah............


Baca Selengkapnya »»  

Cara Menanam Bunga Mawar di Kebun

Menanam Bunga Mawar

Cara Menanam Bunga Mawar di Kebun, Proses penanaman dalam budidaya bunga juga merupakan hal yang penting, termasuk diantaranyabunga mawar. Dalam budidaya bunga mawar banyak hal yang harus diperhatikan dalam proses penanaman. Agar bunga mawar yang kita tanam akan tumbuh dengan sehat. Berikut adalah cara penanaman bunga mawar yang baik

Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanam
Buat lubang tanam pada jarak 60-60 cm atau 70-70 cm, tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya.

Pembuatan Lubang Tanam
Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Ukuran lubang 45-45-45 cm. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang, kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam, maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam, cukup 45-55 cm.

Pada saat membuat lubang, tanah di permukaan (top soil), sub-soil dikumpulkan terpisah, karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput, harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh, untuk digunakan sebagai pupuk, dengan memasukkannya ke dalam lubang. Lempengan rumput diletakkan terbalik. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos, pupuk hijau, pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai tepung tulang) 20%. Jumlah super fosfat 1,5-2 kg per 10 m2 tanah, tepung tulang 1,5-3 kg per 10 m2. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan.

Cara Penanaman
Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah), dan bibit yang berasal dari polybag.

Cara penanaman bibit mawar cabutan :
a)Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan.
b) Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya, sisakan 20-25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek).
c) Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril.
d) Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1-2 cc/liter selama 15-30 menit.
e) Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.
f) Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah.
g) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah.
h) Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.
Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. 

Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut:
a)Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah.
b) Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Bila polybag berukuran besar, maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut.
c) Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam, kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan
d) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu.
Demikian cara menanam bunga mawar denga baik. Silahkan mencobanya.
Baca Selengkapnya »»  

Cara Budidaya dan Merawat Bunga Anthurium

Cara Budidaya dan Merawat Bunga Anthurium, Anthurium adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias ruangan, karena bentuk daun dan bunganya yang indah, Anthurium yang berdaun indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk bunga potong berasal dari Eropa.
Cara Budidaya dan Merawat Bunga Anthurium
  •  Perbanyakan
Anthurium dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (biji) dan vegetatif (stek).
1. Perbanyakan dengan cara generatif (biji)
Tanaman anthurium memiliki 2 macam bunga (Gambar 1) yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benang sari, sedangkan bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan bunga jantan dan bunga betina.
Dengan menggunakan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di bagian lendir pada bunga betina. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga yang dihasilkan sudah masak, di dalamnya terdapat banyak biji anthurium. Biji-biji tersebut di kupas, dicuci sampai bersih dan diangin-anginkan, kemudian ditabur pada medium tanah halus. Persemaian ditempatkan pada kondisi lembab dan selalu disiram.
2. Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek)
Ada 2 cara perbanyakan secara vegetatif, yaitu stek batang dan stek mata tunas. Cara perbanyakan dengan stek batang adalah memotong bagian atas tanaman (batang) dengan menyertakan 1 – 3 akar, bagian atas tanaman ‘yang telah dipotong kemudian ditanam, pada medium tumbuh yang telah disiapkan. Sebaliknya perbanyakan dengan mata tunas adalah mengambil satu mata pada cabang, kemudian menanam mata tunas pada medium tumbuh yang telah disiapkan.
  • Penyiapan Medium Tumbuh
Berdasarkan kegunaannya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium tumbuh terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus atau tanah hutan dan pupuk kandang yang sudah jadi di ayak dengan ukuran ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm.
Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan dengan cara mengukus selama satu jam.
  •  Penyiapan Pot
Untuk menanam bunga anthurium, dapat digunakan pot tanah, pot plastik atau pot straso. Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki banyak pori-pori yang dapat meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan pot yang masih baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian bawah pot diberi pecahan genting/pot yang melengkung, kemudian di atasnya diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan dalam pot
  • Pemeliharaan
Setelah tanam, tanaman dipelihara dengan menyiram 1 – 2 kali sehari. Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar tanaman tampak bersih dan menarik. Sebaiknya tanaman ini dipelihara di tempat teduh karena tanaman tidak tahan sinar matahari langsung.
Baca Selengkapnya »»